“ Kalau seandainya aku tidak bertemu Baskara, apakah hidupku akan baik-baik saja?” Kanya merupakan gadis yang biasa saja di kampusnya, ia tidak sepintar Lintang atau banyak teman seperti Sandy, sahabat-sahabatnya. Namun, entah bagaimana, Baskara, pria paling populer di fakultas bahkan kampus, mengejar-ngejar Kanya. Ia tidak mengerti apa yang Baskara cari dari dirinya, apalagi ia sudah memiliki pacar, Banyu. Gara-gara Baskara, hubungannya dengan Banyu merenggang. Gara-gara Baskara, satu kampus melihatnya dengan aneh. Gara-gara Baskara, ia jadi dibenci Renata dan gengnya, wanita-wanita yang juga populer di kampus. Ini semua karena Baskara! Tapi… Kanya tidak menampik bahwa Baskara memang tampan, ia juga kaya, dan meskipun nakal, nilai mata kuliahnya tidak ada yang di bawah B. Arggghhh, kenapa jadi Baskara terus, sih? Apa jangan-jangan, ia sudah mulai menyukai pria itu? Lalu, bagaimana dengan Banyu? Kepada siapakah hatinya harus tertambat?
“Kalau malam jumat, jangan keluar.” “Kenapa?” “Anjing-anjingnya keluar! a*u njegog keliaran. Nanti kamu dibunuh!” *** Kepindahan Deny dan keluarganya ke Temayang membawa nestapa. Tanpa mereka sadari, desa indah itu menyimpan terror dari hantu anjing yang berkeliaran tiap malam jumat. Sang ayahpun menjadi korban. Tapi, memang hantu itu benar ada? Bersama dengan teman-teman barunya, Fira, Bimbim, dan Laila, remaja tanggung itu berusaha mengungkap misteri salak kematian di Temayang. “Manusia itu lebih menakutkan dibanding hantu!”
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.